Jakarta oh Jakarta…

Posted: May 23, 2011 in Artikel

Jakarta…..mungkin bagi sebagian orang merupakan suatu kebanggaan bisa tinggal di kota ini. Tapi tidak bagiku. Bahkan aku tak pernah berpikir akan tinggal di salah satu kota terbesar di Indonesia ini. Namun inilah kenyataannya sekarang. Aku terpaksa harus rela pindah ke kota Jakarta. Kota metropolitan dengan segala kebisingan yang dimilikinya.

Aku pikir kehidupan mengenai Jakarta cuma aku dapatkan dari gambaran televisi atau media-media lainnya. Sekarang aku bisa menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Jakarta yang sesungguhnya. Sebuah kota yang cukup besar dengan berbagai macam manusia yang menghuninya. Mulai dari golongan atas sampai golongan terbawah pun ada disini. Hampir semua lahan telah didirikan bangunan disini. Hingga tak tersisa lagi lahan kosong atau sekedar untuk penghijauan. Kendaraan yang penuh sesak seolah ingin bersaing dengan kepadatan jumlah penduduknya. Ilustrasi yang benar-benar ruwet tergambar disini. Kini aku tau bagaimana rasanya mengalami kemacetan yang bisa menghabiskan waktu hingga beberapa jam di jalanan kota Jakarta.

Dengan semakin padatnya kendaraan yang merajai jalanan kota Jakarta, maka tidak dapat dipungkiri semakin tinggi pula tingkat polusi udaranya. Bukan menjadi pemandangan aneh kalau saat ini kita sering melihat para pengguna jalan memakai masker untuk menghindari udara kotor itu. Hal itu terlihat hampir disetiap sudut kota Jakarta, baik yang berjalan kaki maupun yang mengendarai sepeda motor. Inilah Jakarta dengan tingkat kepadatan penduduk dan kemacetan yang cukup tinggi ditambah lagi tingkat polusi udara yang semakin meninggi.

Dua minggu sudah aku menginjakkan kaki di kota ini. Benar-benar pemandangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku terpaksa harus tinggal di sebuah kamar kost di wilayah kota Jakarta Pusat. Saat pertama kali aku berjalan menuju rumah itu, aku seolah merasa takut ketika harus melewati gang-gang sempit yang membatasi antara rumah satu dengan rumah yang lain. Benar-benar cukup sempit, sehingga hanya bisa dilalui oleh satu atau dua orang saja. Inikah Jakarta?? Batinku bertanya. Dengan kepadatannya yang luar biasa, sehingga membuat para penduduk Jakarta harus rela tinggal dalam kondisi himpit-himpitan seperti ini. Terlalu sempit bagiku, sehingga ketika ada tetangga yang sedang berbicara di dalam rumahnya bisa terdengar oleh tetangga lain yang berada di depan atau samping rumahnya. Benar-benar kondisi yang parah bagiku. Tapi mungkin tidak bagi mereka yang sudah sangat terbiasa dengan kondisi seperti itu.

Menjelang waktu pagi hari, aku menemukan sesuatu yang baru lagi yang belum pernah aku alami sebelumnya. Aku terbangun dari tidurku karena suara-suara berisik yang jelas berasal dari luar. Kebetulan sekali aku menempati sebuah kamar yang letaknya paling depan. Akupun tersentak, aku pikir aku telah kesiangan. Ku raih ponselku dan kulihat jam saat itu ternyata masih menunjukkan pukul empat pagi. “Hah??? Jam 4??” itulah kata pertama yang melintas dibenakku. Bagaimana mungkin masih jam empat subuh tapi suara-suara di sekitarku seolah telah menunjukkan jam tujuh pagi. Apakah memang seperti ini kehidupan di kota ini?? Biasanya aku bangun pukul lima pagi untuk menunaikan solat subuh dan baru akan berangkat kerja pukul tujuh pagi. Tapi disini yang aku lihat jam empat pagi mereka sudah bangun bahkan bersiap-siap untuk berangkat kerja atau sekolah. Aku tahu mereka seperti ini karena ingin menghindari kemacetan di jalan. Benar-benar luar biasa. Tak dapat kubayangkan bagaimana mereka bekerja atau sekolah dengan kondisi tubuh yang harus bangun pukul empat pagi. Sekali lagi inilah Jakarta.

Okey…tinggalkan sejenak segala kepadatan dan kemacetan kota Jakarta. Tak bisa dipungkiri Jakarta merupakan salah satu kota paling maju di Indonesia. Begitu banyak gedung-gedung pencakar langit ada di kota ini. Aku berdecak kagum saat menyaksikan itu semua. Mulai dari perkantoran, hotel atau apartemen mewah bertebaran di sini. Entah berapa duit yang telah mereka keluarkan untuk membangun gedung-gedung tinggi itu. Selain kemewahan itu, banyak hal-hal bersejarah yang ada di kota ini. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin mengunjungi tempat-tempat bersejarah itu. Untuk hal yang satu ini, aku boleh merasa kagum akan Jakarta.

Bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s