Love at The First Sight

Posted: May 23, 2011 in Artikel

Love at the first sight…Atau biasa orang menyebutnya cinta pada pandangan pertama. Apa sebenarnya cinta pada pandangan pertama itu? Dan apakah memang ada cinta yang langsung timbul pada saat pertama kali berpandangan?

Menurut saya itu bisa terjadi pada saat kita pertama kali bertemu dengan seseorang dan langsung merasakan suatu getaran dari dalam hati. Tingkah laku kita sendiri menjadi aneh dan kaku saat harus berhadapan dengannya. Getaran-getaran yang timbul secara tiba-tiba ini apakah dapat dikatakan dengan ‘cinta’?

Lalu bagaimana sebenarnya pendefinisian dari Love at the first sight ini? Apakah mungkin cinta yang seperti ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama? Bukankah ada pepatah mengatakan bila sesuatu yang mudah didapat maka juga akan mudah untuk hilang. Sesuatu yang begitu mudah dan cepat dirasakan seperti cinta pada pandangan pertama, bukan tidak mungkin juga akan mudah dan cepat untuk berakhir? Namun semua itu tergantung bagaimana individu yang menjalaninya.

Cinta pada pandangan pertama…ini berarti dapat dikatakan bahwa seseorang mencintai orang lain karena melihat dari fisiknya. Bagaimana mungkin kita bisa mencintai orang lain yang baru saja kita kenal dengan kata lain baru pertama kali kita lihat. Tentu semuanya berawal dari melihat secara fisik. Apakah cinta yang seperti ini tulus? Mungkin awalnya memang melihat secara fisik, namun love at the first sight tentu akan semakin kuat bila tak hanya didukung dengan fisik yang menawan atau bagus, namun juga pribadi yang mengesankan dan baik.

Tak jarang love at the first sight mengalami kegagalan ketika telah menjalin sebuah hubungan atau komitmen. Kenapa? Karena ketika mereka telah menjalani sebuah hubungan, dari situlah mereka bisa saling memperlihatkan sifat dan karakter dari masing – masing individu tersebut. Jika sesuai maka akan bertahan, namun bagaimana yang tidak sesuai? Dalam arti kata, mereka bisa tahu keburukan dari sifat pasangannya setelah menjalin hubungan, hingga akhirnya hubungan tersebut pun tidak bertahan lama.

Mungkin ada sebagian orang yang tidak percaya pada Love at the first sight. Karena menurut mereka cinta yang seperti itu hanya memandang secara fisik. Bagaimana kelak seandainya pasangan mereka tidak memiliki fisik yang seperti dulu saat pertama kali mereka bertemu. Apakah orang -orang yang seperti ini akan mencari yang lain lagi? Ironis juga bukan?

Namun biar bagaimanapun, pada kenyataannya orang yang mengalami cinta pada pandangan pertama itu memang ada dalam kehidupan ini. Hanya saja alasan atau bahkan akhir dari perjalanan cinta yang seperti itu jelas berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yang mampu bertahan hingga sekian tahun atau bahkan sampai pada pernikahan, namun juga tidak sedikit yang berakhir dalam rentang waktu yang sebentar. Tulus atau tidaknya cinta yang seperti ini tentu kembali pada individu yang menjalaninya.

Lalu bagaimana pendapat dari masyarakat sendiri khususnya anak – anak  muda saat ini tentang Love at The First Sight?

Love at the first sight itu suatu rasa yang tumbuh dalam hati karena adanya sesuatu yang menyentuhnya, sesuatu itu adalah ketika melihat seseorang lawan jenis yang menurut hati dan panca indra kita begitu sempurna, tanpa banyak pikir langsung falling in love…” (ZF)

Tidak munafik jika pendapat diatas mengatakan bahwa cinta pada pandangan pertama melihat fisik terlebih dahulu. Walau bukan yang utama, tapi fisik merupakan alasan pertama orang bisa jatuh cinta. Namun disini, Love at the first sight yang penting adalah merasakan cinta itu terlebih dahulu. Lalu kemudian melakukan pendekatan dengan orang yang kita suka baru setelah itu bisa dilihat apakah orang tersebut memiliki karakter atau sifat dan sikap yang baik dan cocok dengan kita atau malah sebaliknya. Maka juga tak jarang cinta seperti ini hanya mampu bertahan di dalam hati tanpa bisa memiliki.

Love at the first sight itu menurut gue bukan love, tapi like. Karena menurut gue love itu bukan hanya sekedar  fisik, love itu complicated, depends on someone..” (AP)

Pendapat diatas cukup masuk akal. Love at the first sight bukan cinta tapi hanya suka. Suka secara fisikal seseorang. Nah dari suka ini bukan tidak mungkin kemudian akhirnya bisa tumbuh cinta. Karena sebenarnya cinta itu memang tidak hanya secara fisik, tapi juga kepribadiannya. Cinta bisa berawal dari suka. Kalau begitu kata yang tepat bukan lagi Love at the first sight, tetapi menjadi like at the first sight.

Love at the first sight itu menurut gue relatif. Ada yang bisa langsung jatuh cinta saat pertama kali bertemu atau kenal tapi ada juga yang melalui proses dulu seperti sekedar simpati, terus suka dan bisa jadi jatuh cinta”.

Menyimak pendapat diatas, bisa dikatakan Love at the first sight bisa terjadi melalui sebuah proses atau bahkan tanpa proses dengan kata lain secara langsung. Untuk yang tanpa proses bisa dikatakan sebagai cinta pada pandangan pertama. Tetapi untuk yang melalui sebuah proses sepertinya tidak sesuai bila dikatakan sebagai cinta pada pandangan pertama. Karena dapat dilkatakan cinta itu tumbuh setelah melalui beberapa kali pertemuan. Jadi bukan pada pandangan pertama tentunya.

Kesimpulan dari Love at the first sight ini sendiri adalah bahwa terkadang memang cinta datang tanpa kita duga sebelumnya. Cinta bisa datang dengan tiba-tiba tanpa kita tahu kepada siapa kita akan jatuh cinta atau kapan kita akan jatuh cinta. Bahkan cinta memang bisa datang pada dua insan yang baru pertama kenal. Yagh..cinta pada pandangan pertama bisa terjadi kepada siapa saja. Tulus atau tidaknya cinta seperti itu, kembali kepada individu kita masing-masing.

Batam,  October 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s