Selingkuh

Posted: May 23, 2011 in Artikel

SELINGKUH…sebuah kata yang sangat sensitif untuk didengar. Terutama bagi kaum wanita. Ya, kenapa harus ada kata itu didunia ini? Mungkin jawabannya sulit untuk dicari. Sebagian besar insan didunia ini sangat membenci yang namanya selingkuh. Tapi juga tidak sedikit yang suka berselingkuh.

Apa sih alasan seseorang melakukan selingkuh? Apakah selingkuh mendatangkan manfaat tersendiri bagi pelakunya? Sebagian orang mengatakan selingkuh itu muncul karena si pelaku tidak mendapatkan apa yang diinginkannya dari pasangannya, sehingga timbullah perselingkuhan. Namun sebagian orang juga mengatakan perselingkuhan itu datang hanya karena iseng, untuk mengisi waktu senggang misalnya, ketika sang pacar tidak ada bersamanya. Ini baru sedikit alasan bagi segelintir orang yang pernah melakukan selingkuh.

Apapun alasannya, tetap saja perselingkuhan itu merupakan perbuatan yang salah. Ya salah, karena perselingkuhan bisa menyebabkan pihak tertentu sakit hati atau malah terluka, kecewa dan marah tentunya.

Selingkuh….kenapa selingkuh itu harus ada? Kenapa seorang insan tidak bisa setia hanya dengan satu pasangan? Kenapa seseorang harus membagi hatinya lebih dari satu pasangannya?

Apa sih yang dicari pelaku perselingkuhan dari pasangan selingkuhannya? Kepuasan? Kenyamanan? Atau hanya sekedar nafsu  belaka?

Kenapa hubungan sepasang kekasih harus ternoda dengan sebuah perselingkuhan? Kenapa hubungan sepasang suami istri harus berantakan karena adanya perselingkuhan? Andai saja di negara ini sebuah perselingkuhan adalah perbuatan kriminal, mungkin akan sedikit perselingkuhan terjadi di dunia ini. Karena tentunya orang-orang akan takut melakukannya jika ada sangsi atau hukuman yang akan dikenakan bagi para pelaku perselingkuhan.

Cukup adil bukan? Tapi nyatanya hal itu tidak ada. Justru sebaliknya, perselingkuhan saat ini seperti sudah sangat biasa terjadi dalam kehidupan manusia. Tidak hanya bagi kaum pria, kaum wanita pun juga tidak sedikit yang menjadi pelaku perselingkuhan.

Lantas, apakah perselingkuhan akan terus meraja lela dalam kehidupan kita? Lalu bagaimana nasib orang yang menjadi korban dari tindakan perselingkuhan itu sendiri?. Tidak sedikit korban perselingkuhan harus menanggung derita dan beban yang berat dalam kehidupannya. Kalau hal ini yang terjadi, apakah salah jika pelaku perselingkuhan disebut sebagai seorang yang keji atau kejam?

Orang yang melakukan perselingkuhan adalah orang yang egois. Kenapa tidak? Mereka berselingkuh hanya demi memuaskan kebutuhan pribadi mereka, entah itu materi, perhatian atau bahkan hawa nafsu. Sementara mereka tidak bisa memikirkan bagaimana perasaan pasangannya. Menyakiti perasaan orang lain hanya demi kebahagiaan sendiri apakah itu dapat dikatakan suatu hal yang baik? Ironis bukan? Apalagi jika ini terjadi pada sepasang suami istri yang menjalin hubungan bertahun-tahun, bahkan sampai memiliki anak. Adilkah ini bagi istri atau suami yang menjadi korban dari perselingkuhan, atau anak yang tidak bersalah apa-apa? Jika untuk mencari kepuasan atau kebutuhan tertentu dari pasangan selingkuhannya, mengapa dulu ia harus memilih pasangannya saat ini untuk menjadi istri atau suaminya. Sungguh benar-benar tidak adil..

Lain lagi halnya bila kasus ini terjadi dalam hubungan sepasang kekasih. Mungkin beban yang dipikul tidak seberat seorang istri atau suami yang menjadi korban dari yang namanya perselingkuhan. Mereka masih bisa mencari pasangan yang jauh lebih baik, walaupun rasa sakit pernah melintas dihati mereka atau bahkan tersimpan dalam waktu yang tak tentu. Tapi tetap saja selingkuh itu cukup menyakitkan bagi yang orang-orang yang menjadi korbannya.

Pelaku selingkuh kerap kali menjadikan alasan mereka berselingkuh karena pasangannya tidak mampu memberikan apa yang ia inginkan atau dengan kata lain pasangannya saat ini memiliki kekurangan dimatanya. Itu berarti pelaku selingkuh adalah manusia yang egois dan tidak bisa menerima kekurangan dari pasangannya. Bukannya manusia didunia ini tak ada yang sempurna?

Membicarakan soal perselingkuhan memang tak ada habisnya. Banyak perbedaan pendapat mengenai selingkuh itu.

Rasanya kurang adil kalau saya sendiri yang berpendapat mengenai selingkuh. Berikut saya mencoba mencari beberapa pendapat dari orang-orang mengenai selingkuh. Baik mereka yang pernah berselingkuh, belum pernah berselingkuh, yang menjadi korban selingkuh atau bahkan orang yang pernah menjadi selingkuhan.

1. “AS”  : “selingkuh adalah ketika kita udah mempunyai hubungan spesial dengan orang lain lalu ditengah jalan kita jalin hubungan lagi sama orang lain tanpa sepengetahuan si dia dan menurut aku selingkuh itu sah-sah saja pada saat pacaran karma untuk memilih yang lebih baik, tapi sangat tidak baik pada saat sudah berumah tangga”.

AS adalah seorang pria yang mengaku pernah melakukan perselingkuhan. Ia beralasan karena pada waktu itu ia merasa selingkuhannya adalah orang yang lebih baik dari pada pasangannya saat itu. Namun akhirnya ia menyadari bahwa ternyata itu semua tidak benar. Akhirnya hubungannya dengan pasangannya maupun selingkuhannya pun berakhir. Dan iapun menyesal dan menyadari kekeliruannya. Ia juga mengatakan bahwa pernah menjadi selingkuhan alias orang ketiga dari hubungan sepasang kekasih.  Awalnya semua berjalan dengan asyik namun akhirnya timbul dalam benaknya bagaimana seandainya justru ia yang menjadi korban perselingkuhan itu sendiri. Tentu sangat menyakitkan. Dan lagi-lagi hubungan itu harus berakhir.

2. “AP”  :”selingkuh menurutku adalah hubungan diluar komitmen. Pendapatku soal selingkuh adalah banyak faktor yang dapat memicu timbulnya perselingkuhan. Walau awalnya indah tapi akhirnya gak bagus. Selingkuh itu hanya nafsu, meski indah tapi tidak bahagia

“AP” adalah seorang pria yang mengaku tidak pernah berselingkuh. Karena ia tau betul gimana sakitnya kalau diselingkuhin. Ia juga belum pernah menjadi korban selingkuh. Sepertinya pria ini tergolong orang yang membenci perselingkuhan. Setidaknya ia tahu bahwa selingkuh itu adalah salah.

3. “YN”  : “selingkuh menurutku merupakan suatu hal yang paling aku benci, karena didalamnya terdapat seribu kebohongan dan kemunafikan”.

“YN” merupakan seorang wanita yang membenci perselingkuhan. Walaupun ia sendiri pernah melakukan perselingkuhan. Alasannya berselingkuh adalah karena dulunya ia pernah dikhianati. Jadi ia hanya melakukan perselingkuhan lantaran pernah sakit hati karena telah dikhianati. Apakah ini dapat dikatakan motif dendam? Berarti ia pun pernah menjadi korban dari perselingkuhan. Kalau ia tau betapa sakitnya dikhianati, mengapa ia juga harus melakukan yang namanya perselingkuhan? Yah..kadang alasan manusia kurang bisa diterima secara logis. Semuanya kembali pada individu kita masing-masing.

4. “P”     :”selingkuh itu adalah suatu hal yang dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki pasangan dengan tujuan hanya untuk mencari kesenangan dan lebih banyak dikarenakan karena nafsu semata. Sebenarnya saya tidak setuju dengan yang namanya selingkuh karena menurut saya karma itu ada didunia ini.”

“P” adalah seorang pria yang mengaku pernah berselingkuh ketika ia sedang menjalani hubungan dengan kekasihnya. Alasan ia berselingkuh pada waktu itu adalah karena ia melihat wanita selingkuhannya ini lebih “bagus” dari pasangannya saat itu. Alasan lainnya juga karena jarak yang terbentang antara dirinya dengan pasangannya membuatnya masuk dalam hubungan perselingkuhan. Ia juga mengatakan bahwa ketika ia merasakan suatu keraguan terhadap pasangannya akhirnya ia pun tergoda untuk berselingkuh. Lalu setelah beberapa bulan menjalani perselingkuhan itu, akhirnya hubungan gelapnya itu diketahui oleh kekasihnya. Dan iapun menyadari bahwa selingkuhannya itu tidak sebaik dan sebagus apa yang pernah ia pikirkan. Ia pun akhirnya memutuskan hubungan dengan selingkuhannya ini. Dan kembali menjalani hubungan dengan kekasihnya. Namun hubungannya dengan kekasihnya tak bisa indah seperti dulu yang pada akhirnya berujung pada perpisahan. Menurutnya saat itu kekasihnya juga sedang menjalin hubungan dengan pria lain. Hmmm…apakah motif balas dendam? Ketika sebuah hubungan sudah ternodai dengan perselingkuhan tentu akan sulit untuk bisa kembali seperti pertama kali mengawali hubungan itu. Cukup rumit bukan? Namun mengapa perselingkuhan itu tetap harus ada?

5. “PY”    : “selingkuh itu suatu hal yang paling tidak bisa aku terima. Menurut aku daripada harus berselingkuh lebih baik dia jujur dan berterus terang kalau memang pengen jalan sama yang lain.”

“PY” merupakan seorang wanita yang tergolong membenci yang namanya perselingkuhan. Ia sendiri mengaku belum pernah berselingkuh dan tidak pernah berpikir untuk berselingkuh. Karena menurutnya berselingkuh itu menyakiti orang lain dan tentu diri sendiri. Ia lebih baik memutuskan suatu hubungan daripada harus menjalani hubungan lain dengan sembunyi-sembunyi alias berselingkuh. Pemikiran yang bijak bukan? Untuk apa membohongi diri sendiri dan orang lain jika pada akhirnya akan menyakiti hati masing-masing.

6. “BP”  : “Selingkuh adalah membagi perhatian pada dua orang atau lebih. Menurut aku selingkuh itu tidak baik untuk menjalin sebuah hubungan yang serius, karena selingkuh itu sangat menyakitkan ketika orang yang kita sayangi membagi perhatiannya kepada orang lain

“BP” adalah seorang pria yang mengaku pernah berselingkuh. Alasannya saat itu berselingkuh adalah karena pacarnya telah berselingkuh terlebih dahulu. Jadi secara tidak langsung sebenarnya ia telah menjadi korban perselingkuhan terlebih dahulu. Lalu ia membalaskan sakit hatinya dengan ikutan berselingkuh. Tujuannya sebenarnya bukan ingin membalas dendam, tetapi ia lakukan agar pacarnya saat itu tahu dan menyadari bahwa ia bisa mendapatkan wanita lain selain pacarnya itu. Persoalan menjadi rumit ketika dua insan manusia yang sedang menjalin kasih justru melakukan perselingkuhan dengan motif balas membalas. Apakah hubungan seperti ini masih bisa untuk tetap dipertahankan? BP dengan lapang dada memaafkan semua kesalahan pacarnya. Namun akhirnya ia memilih jalan untuk mengakhiri hubungannya dengan pacarnya karena memang sulit baginya untuk menerima kebohongan yang telah terjadi pada dirinya. Hubungannya dengan selingkuhannya juga berakhir, karena ia tak ingin ada lagi yang terluka karena perselingkuhan itu.

Lagi-lagi harus berakhir dengan perpisahan. Ternyata dari sekian perselingkuhan yang terjadi, mayoritas akhirnya berujung dengan pahit.

Apakah perselingkuhan masih harus ada? Meskipun beralasan untuk mencari yang lebih baik, tapi rasanya sangat tidak adil bagi yang menjadi korban perselingkuhan itu sendiri. Wajar saja bukan orang yang melakukan perselingkuhan dikategorikan orang yang egois. Ia mau berselingkuh tapi tak mau bila menjadi korban perselingkuhan. Sebagian besar dari pendapat dan cerita yang saya terima mengenai perselingkuhan itu sendiri berujung dengan perpisahan. Tetapi pada kenyataannya perselingkuhan itu sendiri masih banyak terjadi dalam kehidupan kita meski kita tau akan berujung dengan kepedihan.

Batam, 14 – 19 Oktober’ 08

NB : Thanks to all my friends…

Yang udah mau berbagi cerita dan ngasih pendapatnya soal topik diatas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s