Merindukan masa itu….

Posted: June 8, 2011 in Coretan Pena....

Hari ini tiba-tiba aku merasakan kerinduan akan “masa lalu”. Masa dimana aku banyak menghabiskan waktu bersama para sahabat, baik ketika masih di bangku SD sampai di bangku kuliah.

Aku kangen dengan para sahabat di sekolah dasar dulu. Masa-masa saat bermain dan bercanda bersama. Bersepeda ria ketika pulang sekolah. Bermain pada jam istirahat. Yang anehnya, bukan permainan anak perempuan yang kita pilih, justru kita banyak memilih bermain bersama teman-teman laki-laki, seperti bermain benteng atau gundu (di tempatku dikenal dengan nama kelereng). Hahahahaha…..sangat merindukan momen itu guys!

Aku juga kangen dengan para sahabat pada masa SMP di Pekalongan dulu. Pergi dan pulang sekolah bersama mengendarai sepeda menembus ramainya jalan raya. Aku juga ingat ketika kalian datang ke rumah hanya untuk meminta ijin dengan uwakku agar aku bisa ikutan pergelaran olah raga yang diselenggarakan dari sekolah. Karena jujur kalau aku yang minta ijin sendiri, mereka pasti tidak mengijinkanku untuk pergi. Sayangnya, kita terlalu cepat dipisahkan oleh jarak karena aku harus kembali ke kota lamaku di Lhokseumawe. Tapi sampai hari ini aku masih mengingat kalian teman.

Kembali ke Lhokseumawe dan menghabiskan masa SMA disana. Aku pun merindukan kalian sobat. Teringat pada saat kita menamakan “gank” kita dengan nama “Elite Point A”, hahahahhaa……hampir tiap minggu kita selalu membeli kupon radio dan menuliskan request lagu dan ucapan untuk dikirimkan ke radio favoritnya ABG-ABG di kota itu. Dan tiba malamnya, kita terlalu asyik menyimak radio di rumah kita masing-masing, menunggu sang penyiar membacakan dan memutarkan lagu yang telah kita request. Hmmmm…..kapan kira-kira momen seperti ini bisa terulang lagi?

Menginjak tahun ketiga SMA, lagi-lagi mesti terpisah oleh jarak dengan para sahabatku. Beberapa orang memilih melanjutkan sekolah ke luar kota. Termasuk aku yang memilih kota Padang sebagai tempat persinggahan berikutnya. Memiliki teman dan sahabat-sahabat baru cukup menyenangkan bagiku. Aku juga merindukan sahabat-sahabatku ini. Merindukan dimana kita menghabiskan waktu bersama sambil menunggu masuk kelas mata kuliah. Atau sekedar jalan bersama memutari pusat perbelanjaan di kota itu. Saat tiba bulan Ramadhan, aku merindukan saat kita buka puasa bersama. Bercengkrama dan berbagi cerita.

Masih di kota itu, Padang. Aku juga memiliki sahabat saat aku memutuskan untuk ngekost ditahun kedua aku tinggal disana. Bertambah lagi sahabatku. Ini luar biasa bagiku. Aku merindukan kalian sobat. Kangen dengan kegilaan kita, dengan candaan kita yang kadang harus membuat kita tertawa terbahak di malam hari hingga kita akhirnya harus mendapatkan konsekuensi dimarahi tetangga sebelah karena kebisingan kita. Mengenang saat kita beranjak ke lantai 3 rumah kost yang tak beratap, karena lantai 3 rumah kost kita hanya sebuah lantai beton tanpa atap dan dinding. Saat malam hari, disana kita bisa menikmati keindahan cahaya bintang-bintang yang menghiasi langit. Dan gilanya, kita memilih untuk tidur disana malam itu dengan membentang kain yang ala kadarnya. Membakar jagung karena kebetulan malam itu adalah hari ultah salah satu sahabatku. Saat beranjak pukul dua lebih, tubuh kita mulai digerogoti rasa dingin yang luar biasa. Dan hujan rintik-rintik pun seolah seperti mengusir kita dari tempat itu. Lalu kita berlarian untuk turun dan melanjutkan petualangan kita di balkon atau teras lantai 2. Kita kembali menggelar kain-kain tadi. Dan mencoba menghabiskan malam. Dan taukah kalian dampak dari kegilaan kita itu, esok paginya kita didera masuk angin semua. hahahhahahahahaha…..but it’s still amazing….

Hanya itukah?? Tidak. Ternyata kita masih tidak kapok melakukan kegilaan-kegilaan yang bisa menghibur diri kita. Mengenang saat hujan deras mendera kota itu. Dan kita semua sepakat untuk naik ke lantai 3 rumah kost kita disaat hujan sedang turun dengan derasnya. Menikmati setiap butiran air yang membasahi tubuh kita. Berbaring disana seperti anak kecil yang begitu riang dibiarkan oleh para orang tua mereka untuk menikmati air hujan yang luar biasa itu. Dan tahukah kalian, saat itu adalah mandi hujan yang paling menggembirakan dalam hidupku. Kitapun sepakat untuk turun disaat tubuh kita sudah mulai merasa tak sanggup menahan dinginnya air hujan itu.

Mengenang saat kita sama-sama tidak punya uang dan akhirnya memilih masakan ala kadarnya untuk dijadikan menu makanan di hari itu. Belanja ke warung bersama, memasak bersama, bahkan mencuci piring bersama. Aku merindukan kebersamaan itu….

Ada lagi saat kita bersama-sama pergi kemping menuju sebuah daerah di sudut kota Padang. Kita pergi dengan sebuah mobil kijang terbuka, dan kita semua duduk di bak belakang mobil itu, seperti para pengungsi yang sedang hijrah dari tempat tinggalnya. Hahahahaha….. Dan lagi-lagi kebersamaan kita semakin terasa saat kita menghabiskan malam bersama di tempat itu. Luar bisa menyenangkan. Hmmmm……aku juga terkenang saat aku dan salah satu sahabatku itu berjalan di sore hari menyusuri pantai “taplau” disana. Dan dia berlaku seolah-olah sebagai artis yang sedang diliput kegiatannya. Tentu saja aku yang menjadi kamerawannya. Mencoba menghibur diri kami sendiri tapi tetap menyenangkan bagiku. Ohhh……no…aku benar-benar kangen masa-masa itu..

Itu semua hanya segelintir kegilaan yang pernah kita lakukan dulu. Masih banyak lagi masa-masa yang menjadi kenangan indah kami. Ingatkah kalian saat kita harus berjuang keras menyelesaikan skripsi kita. Bahkan kita tidak merasa sungkan untuk bergadang hingga pukul 2 atau 3 malam untuk menyelesaikan skripsi. Ditemani dengan suara musik dari komputer sahabatku. Aku yakin, seandainya hari ini aku mendengar lagu-lagu yang dulu sering kita putar, pasti akan membawaku kembali ke suasana itu.

Hasilnya luar biasa, kami lulus dengan nilai yang memuaskan. I’m really happy…..namun dibalik kegembiraan itu, ada tersimpan kesedihan. Karena itu artinya sebentar lagi kami akan berpisah. Aku lagi-lagi harus kembali ke Lhokseumawe. Dan sahabatku juga kembali ke rumah orang tua mereka masing-masing di  daerah Jambi. Hari perpisahan itu adalah hari yang sangat berat bagiku. Kami bersalaman dan saling merangkul dengan air mata yang mengalir di wajah kami.

Sahabat…..mungkin jarak mampu memisahkan kita, namun percayalah kenangan yang telah ada takkan mungkin terhapus waktu. Sahabat bagiku adalah salah satu anugrah terindah dari Tuhan untukku. Terima kasih karena telah menjadi sahabatku dan menjadi bagian dari cerita hidupku…. love u all ^___^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s