Resah yang Menghimpit Jiwa

Posted: October 24, 2011 in Coretan Pena....

Tuhan…rasanya baru sesaat aku merasakan kelegaan dihatiku, saat Engkau mengabulkan doa kami dan memudahkan jalannya. Saat itu aku benar-benar begitu bahagia. Bahkan aku berpikir, tinggal selangkah lagi bagi kami untuk memenuhi undanganMu yang selama ini begitu kami rindukan. Tapi ternyata aku salah. Berbagai rintangan kembali menguji hubungan kami. Aku tidak tahu entah sampai kapan kami bisa berjalan dengan tenang tanpa goyah dengan kerikil-kerikil yang seolah selalu mewarnai perjalanan cinta kami.

Saat ini aku benar-benar goyah. Ingin rasanya aku berteriak sekeras mungkin untuk melepaskan beban yang menghimpit jiwa ini. Dadaku begitu sesak saat aku tahu begitu sulit menyatukan dua kubu yang berbeda latar dan budaya bahkan adat. Kenapa harus ada begitu banyak budaya dan adat di negara ini kalau hanya membuat kami semakin merasa berbeda?? Rasanya seperti tidak adil. Bukan aku tak bangga menjadi salah seorang warga negara Indonesia yang begitu kaya akan keanekaragaman budaya serta adat istiadatnya. Tapi baru kali ini aku merasakan ternyata tidaklah mudah menyatukan dua budaya yang berbeda.

Haruskah aku menyerah? Setelah sekian lama berjuang dalam penantian ini, setelah sekian lama mencoba bertahan, bergandeng tangan bersama melewati berbagai rintangan yang datang. Tapi kuhanyalah manusia biasa, yang punya rasa takut, rasa gelisah bahkan suatu waktu bisa goyah. Aku bukan malaikat yang selalu kuat dan mampu bertahan dalam setiap kesempatan. Aku punya air mata yang tanpa kusadari sering memaksaku tuk mengeluarkannya. Aku punya hati yang terkadang merasa begitu rapuh. Wahai lelakiku, aku tidaklah sekuat seperti yang engkau pikirkan. Tolong pahami itu….

Maaf kalau kali ini aku menuntut janjimu dahulu. Janji yang pernah kau ucapkan kepadaku bahwa perbedaan budaya diantara kita tidak akan menjadi masalah nantinya. Namun mengapa sekarang yang terjadi justru sebaliknya? Kau tidak bisa menenangkan hatiku, kau tidak bisa meyakinkanku, bahkan kau hanya membuat keraguan dihatiku. Lantas sampai kapan aku harus menunggu lagi? Sampai kapan aku terus bertahan? Sampai kapan aku menggunakan sisa-sisa kesabaranku yang mulai habis dimakan waktu?

Tuhan….mungkin hanya Engkau yang memahami perasaanku saat ini dan Engkau pula lah yang mampu mendengarkan suara hatiku yang kian resah dengan semua yang menyesakkan dada ini. Jika ini caraMu untuk  menguji kesabaranku lagi, jika ini caraMu untuk menguji kekuatan cinta kami lagi, jika ini caraMu untuk melatih hati kami lagi, aku terima ya Allah, aku mencoba ikhlas dengan sisa-sisa kekuatan yang aku punya. Tolong perkuatkan hatiku dengan nilai-nilai agamaMu yang mampu membuatku semakin dekat denganMu Tuhan, tolong selimuti hatiku dengan pilar-pilar kesabaran yang bisa membuatku semakin kuat menghadapi semua ini, tolong balut jiwaku dengan tawakal dan ayat-ayatMu yang bisa menyejukkan jiwaku dan melepaskan beban yang sedang menghimpit didada ini. Semoga semua ini membuat kami semakin bisa menghargai hidup karena hidup ini memang tidaklah mudah, semoga semua ini dapat membuat kami menjunjung arti sebuah kesetiaan dengan semua perjuangan yang telah kami lewati. Aku berserah kepadaMu ya Rabb yang Maha Cinta, karena hanya Engkaulah yang mengetahui mana yang terbaik untukku dan juga untuknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s